MANADO- Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Yudhiawan resmi menutup pendidikan pembentukan bintara Polri gelombang I tahun anggaran 2024 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sulut, pada Kamis 11 Juli 2024.

Acara penutupan yang berlangsung di Lapangan Tribrata SPN Polda Sulut, Manado, ditandai dengan pelantikan 191 siswa menjadi anggota Polri berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Dalam upacara ini, Kapolda Sulut membacakan amanat tertulis dari Kalemdiklat Polri Komjen Pol Purwadi Arianto, yang menekankan pentingnya ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai dasar dalam menjalankan tugas.

“Anggota Polri harus memiliki ketakwaan yang tinggi terhadap Tuhan Yang Maha Esa supaya tugas-tugasnya berjalan dengan baik,” ujar Irjen Pol Yudhiawan.

Kapolda Sulut juga mengajak para bintara remaja untuk selalu bersyukur kepada Tuhan dan orang tua mereka. “Bersyukurlah kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan kepada orang tua yang doanya telah membawa kalian ke sini,” tegasnya.

Ia berharap para bintara dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsi Polri dengan baik, menjadi polisi yang mengabdi, melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, memelihara kamtibmas, dan menegakkan hukum.

“Semoga bisa menjadi polisi yang baik dan berhasil dalam menjalankan tugas di masa depan,” tambahnya.

Upacara ditandai dengan penanggalan tanda pangkat siswa dan pemasangan tanda efektif kepada perwakilan, pemberian penghargaan kepada siswa berprestasi, pengambilan sumpah anggota Polri yang didampingi rohaniwan, dan penandatanganan berita acara pelantikan.

Acara dilanjutkan dengan peragaan bongkar pasang senjata api jenis pistol HS-9 dan senapan serbu SSI V-2 oleh perwakilan bintara remaja dalam keadaan mata tertutup, serta peragaan yel-yel oleh detasemen angkatan 51 dengan nama Yudhistira Wiradharma.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda dan Pejabat Utama Polda Sulut, Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Sulut beserta staf, Kepala SPN Polda Sulut beserta Ketua Bhayangkari Cabang SPN dan staf, tenaga pendidik, instruktur, pengasuh, orang tua, dan keluarga bintara remaja.

[**/ARP]